Pangeran Ratu Surya Negara Keluarkan Titah: Festival Ditunda, Keselamatan Masyarakat Tak Boleh Dipertaruhkan
SANGGAU, sekalbarnews.com — Kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat situasi Kabupaten Sanggau berada dalam kondisi yang membutuhkan perhatian serius. Di tengah kondisi tersebut, Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau XVIII yang sedianya digelar dalam waktu dekat akhirnya ditunda sementara.
Keputusan itu bukan perkara ringan. Festival Faradje’ merupakan bagian penting dari tradisi dan kebudayaan Negeri Sanggau. Namun dalam kondisi darurat asap, keselamatan dan kesehatan masyarakat ditempatkan di atas pelaksanaan hajatan adat.
Keputusan penundaan disampaikan melalui titah Kula Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau, setelah mendengar serta mempertimbangkan hasil musyawarah bersama Majelis Zuriat Kerajaan Sanggau.
BUKAN BATAL, TAPI MENUNGGU SANGGAU KEMBALI AMAN
Dalam titah tersebut ditegaskan bahwa rangkaian kegiatan Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau XVIII ditunda sementara waktu hingga situasi dan kondisi benar-benar aman serta kondusif.
Pertimbangan utamanya adalah keselamatan seluruh pihak yang akan terlibat, mulai masyarakat, para tamu agung, panitia, kerabat zuriat hingga anak cucu Negeri Sanggau.
Dengan kondisi asap yang menyelimuti wilayah akibat karhutla, pelaksanaan kegiatan yang menghadirkan masyarakat dalam jumlah besar membutuhkan pertimbangan terhadap aspek kesehatan dan keselamatan.
Festival dapat ditunda. Keselamatan manusia tidak boleh dipertaruhkan.

TITAH KERAJAAN: PANITIA DAN MASYARAKAT DIMINTA PATUH
Seluruh elemen masyarakat, kerabat zuriat dan panitia penyelenggara diminta memahami, memaklumi serta mematuhi keputusan penundaan tersebut.
Penundaan ini bukan berarti Festival Faradje’ XVIII dibatalkan.
Waktu pelaksanaan yang baru akan ditentukan dan diumumkan kemudian, setelah keadaan Kabupaten Sanggau membaik dan dinilai memungkinkan untuk kembali melaksanakan kegiatan.
Keputusan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa dalam situasi bencana, kepentingan keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama, termasuk ketika berhadapan dengan agenda adat dan budaya yang telah dipersiapkan.
FARADJE’ MENUNGGU, SANGGAU HARUS SELAMAT
Di tengah ancaman asap karhutla, keputusan penundaan ini menjadi bentuk tanggung jawab moral dan adat untuk melindungi masyarakat.
Adat tetap dijunjung. Budaya tetap dilestarikan. Namun keselamatan masyarakat adalah yang utama.
Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau juga menyampaikan doa agar Allah SWT dan Rasul-Nya senantiasa melindungi Negeri Sanggau dan menjauhkan seluruh masyarakat dari segala marabahaya.
Festival Faradje’ XVIII hanya menunggu waktu. Yang paling penting, Negeri Sanggau harus terlebih dahulu kembali aman.
Editor : Putri









