SANGGAU, Sekalbarnews.com — Harapan warga Segok Sebaboi untuk mendapatkan pemasangan instalasi listrik mendapat titik terang. Dalam musyawarah bersama CU Banuri Harta dan vendor pemasangan instalasi listrik, Minggu (4/10/2026), persoalan biaya menjadi salah satu pembahasan utama.
Pertemuan tersebut tidak hanya membahas teknis pemasangan, tetapi juga membuka ruang bagi warga untuk mempertanyakan besaran biaya, mekanisme pembayaran kepada vendor hingga solusi bagi masyarakat yang belum mampu membayar biaya pemasangan secara tunai.
Dalam sesi tanya jawab, warga meminta agar mekanisme pembiayaan dibuat jelas dan tidak memberatkan masyarakat.
“Kami tentu ingin listrik bisa terpasang di rumah, tetapi kemampuan setiap warga berbeda. Karena itu, kami berharap ada solusi pembayaran yang tidak terlalu memberatkan masyarakat,” ujar salah seorang warga dalam musyawarah.

Pertanyaan warga kemudian mendapat respons dari CU Banuri Harta. Dalam musyawarah tersebut, warga sepakat menjadikan CU Banuri Harta sebagai salah satu jembatan untuk mengatasi kendala pembiayaan pemasangan instalasi.
Manager CU Banuri Harta menyatakan pihaknya siap membantu warga melalui fasilitas pinjaman tanpa agunan.
Menurutnya, anggota CU Banuri Harta dapat mengakses pinjaman dengan plafon hingga Rp10 juta, sesuai ketentuan yang berlaku.
“CU Banuri siap membantu masyarakat yang membutuhkan biaya pemasangan instalasi. Sistemnya melalui pinjaman tanpa agunan, dengan plafon yang bisa dicairkan sampai Rp10 juta bagi anggota,” ujar Manager CU Banuri.
Biaya Instalasi Diperkirakan Rp4,5 Juta
Dalam musyawarah, warga juga mendapat gambaran mengenai estimasi biaya pemasangan instalasi.
Untuk pemasangan dengan daya 1.300 VA, biaya diperkirakan berada di kisaran Rp4,5 juta. Sementara untuk kebutuhan daya yang lebih besar, biaya dapat meningkat dan menyesuaikan spesifikasi serta kebutuhan instalasi masing-masing rumah.
Besaran biaya tersebut menjadi salah satu perhatian warga. Mereka berharap seluruh komponen biaya dapat dijelaskan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman antara warga, vendor maupun pihak yang membantu pembiayaan.
“Yang penting mekanismenya jelas dan terbuka. Kalau memang CU Banuri bisa membantu melalui pinjaman, ini tentu sangat membantu warga yang belum mempunyai dana untuk membayar biaya pemasangan sekaligus,” ungkap warga lainnya.
Warga juga berharap pemasangan nantinya berjalan sesuai kesepakatan, termasuk mengenai spesifikasi instalasi, biaya, mekanisme pembayaran, kualitas pekerjaan serta tanggung jawab vendor.
Musyawarah tersebut akhirnya menjadi langkah bersama warga Segok Sebaboi untuk mencari jalan keluar agar persoalan keterbatasan biaya tidak menjadi penghambat pemasangan listrik di rumah-rumah warga.
Bagi warga, persoalannya sederhana: listrik ingin segera menyala, tetapi kemampuan ekonomi tidak boleh dipaksa menyala lebih dulu. Karena itu, keterbukaan biaya dan mekanisme pembiayaan menjadi kunci agar program ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Reporter : MT
Editor : Admin









