SINTANG, sekalbarnews.com — Beredarnya postingan di media sosial Facebook dari akun ChirpyZebra11172 yang mempertanyakan pelayanan pengisian BBM di SPBU Pal 4 mendapat klarifikasi dari pihak manajemen SPBU.
Dalam postingan tersebut, pemilik akun menyampaikan adanya dugaan BBM yang telah dibeli namun tidak diterima oleh konsumen. Unggahan itu kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait pelayanan di SPBU tersebut.
Menanggapi hal itu, Manager SPBU Pal 4 membantah adanya BBM konsumen yang tidak diisi sebagaimana dituduhkan dalam postingan tersebut.
Manager SPBU menjelaskan, berdasarkan rekaman CCTV, seorang konsumen bernama Eko terlihat melakukan pengisian BBM di SPBU sesuai dengan barcode transaksi senilai Rp334.000.

“Yang bersangkutan sudah kami isi sesuai barcode sebesar Rp334.000. Proses pengisian juga terekam jelas di CCTV SPBU,” tegas Manager SPBU.
Sempat Terjadi Keributan di Lokasi
Manager SPBU juga menjelaskan bahwa sebelum persoalan tersebut berkembang menjadi postingan di media sosial, sempat terjadi perselisihan antara Eko dengan salah seorang pengantri lainnya di area SPBU.
Menurut keterangan pihak manajemen, Eko sempat mempersoalkan pengisian BBM dan menyatakan bahwa dirinya tidak mendapatkan pengisian sebagaimana mestinya. Situasi kemudian memanas dan terjadi keributan dengan sesama pengantri.
Melihat kondisi tersebut, Manager SPBU turun langsung untuk melerai kedua pihak agar persoalan tidak semakin berkembang.
Namun, setelah kejadian di lokasi tersebut, muncul postingan di Facebook yang berisi peringatan kepada masyarakat agar berhati-hati ketika membeli BBM di SPBU Pal 4.
Pihak manajemen menilai narasi dalam postingan tersebut tidak menggambarkan secara utuh kejadian yang sebenarnya menurut data dan rekaman CCTV yang dimiliki SPBU.
SPBU Buka Data Transaksi dan CCTV
Untuk memberikan kepastian kepada masyarakat, pihak manajemen menegaskan siap menunjukkan data transaksi dan rekaman CCTV apabila diperlukan untuk proses klarifikasi.
Pihak SPBU juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
“Kami memiliki data transaksi dan rekaman CCTV.
Pengisian sebesar Rp334.000 sesuai barcode tersebut ada rekamannya. Jadi kami berharap masyarakat melihat persoalan ini secara utuh dan berimbang,” ungkap Manager SPBU.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak SPBU menegaskan bahwa versi manajemen berbeda dengan narasi yang disampaikan dalam postingan Facebook. Karena itu, pembuktian mengenai apa yang sebenarnya terjadi dapat merujuk pada rekaman CCTV dan data transaksi SPBU.
Redaksi juga menempatkan informasi ini sebagai hak jawab/klarifikasi dari pihak SPBU terhadap postingan yang beredar. Pemeriksaan langsung terhadap rekaman CCTV dan bukti transaksi menjadi dasar yang paling objektif untuk memastikan kronologi kejadian.
TimRef









