ASAP KARHUTLA MENCEKIK SANGGAU, FARADJE’ XVIII DIPAKSA MENUNDUK

Selasa, 1 September 2026 - 14:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pangeran Ratu Surya Negara Keluarkan Titah: Festival Ditunda, Keselamatan Masyarakat Tak Boleh Dipertaruhkan

SANGGAU, sekalbarnews.com — Kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat situasi Kabupaten Sanggau berada dalam kondisi yang membutuhkan perhatian serius. Di tengah kondisi tersebut, Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau XVIII yang sedianya digelar dalam waktu dekat akhirnya ditunda sementara.

Keputusan itu bukan perkara ringan. Festival Faradje’ merupakan bagian penting dari tradisi dan kebudayaan Negeri Sanggau. Namun dalam kondisi darurat asap, keselamatan dan kesehatan masyarakat ditempatkan di atas pelaksanaan hajatan adat.

Keputusan penundaan disampaikan melalui titah Kula Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau, setelah mendengar serta mempertimbangkan hasil musyawarah bersama Majelis Zuriat Kerajaan Sanggau.

BUKAN BATAL, TAPI MENUNGGU SANGGAU KEMBALI AMAN

Dalam titah tersebut ditegaskan bahwa rangkaian kegiatan Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau XVIII ditunda sementara waktu hingga situasi dan kondisi benar-benar aman serta kondusif.

Pertimbangan utamanya adalah keselamatan seluruh pihak yang akan terlibat, mulai masyarakat, para tamu agung, panitia, kerabat zuriat hingga anak cucu Negeri Sanggau.

Dengan kondisi asap yang menyelimuti wilayah akibat karhutla, pelaksanaan kegiatan yang menghadirkan masyarakat dalam jumlah besar membutuhkan pertimbangan terhadap aspek kesehatan dan keselamatan.

Festival dapat ditunda. Keselamatan manusia tidak boleh dipertaruhkan.

TITAH KERAJAAN: PANITIA DAN MASYARAKAT DIMINTA PATUH

Seluruh elemen masyarakat, kerabat zuriat dan panitia penyelenggara diminta memahami, memaklumi serta mematuhi keputusan penundaan tersebut.

Penundaan ini bukan berarti Festival Faradje’ XVIII dibatalkan.

Waktu pelaksanaan yang baru akan ditentukan dan diumumkan kemudian, setelah keadaan Kabupaten Sanggau membaik dan dinilai memungkinkan untuk kembali melaksanakan kegiatan.

Keputusan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa dalam situasi bencana, kepentingan keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama, termasuk ketika berhadapan dengan agenda adat dan budaya yang telah dipersiapkan.

FARADJE’ MENUNGGU, SANGGAU HARUS SELAMAT

Di tengah ancaman asap karhutla, keputusan penundaan ini menjadi bentuk tanggung jawab moral dan adat untuk melindungi masyarakat.

Adat tetap dijunjung. Budaya tetap dilestarikan. Namun keselamatan masyarakat adalah yang utama.

Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau juga menyampaikan doa agar Allah SWT dan Rasul-Nya senantiasa melindungi Negeri Sanggau dan menjauhkan seluruh masyarakat dari segala marabahaya.

Festival Faradje’ XVIII hanya menunggu waktu. Yang paling penting, Negeri Sanggau harus terlebih dahulu kembali aman.

Editor : Putri

Berita Terkait

TANGKI “SILUMAN” SEDOT PERTALITE DI SPBU KEMBAYAN? MANAJEMEN JANGAN CARI AMAN!SPBU 64.785.09 Kembayan Disorot, Pengawasan Dipertanyakan: Siapa yang Membiarkan Kendaraan Diduga Bertangki Modifikasi Mengisi BBM Subsidi?
Ratusan Warga Tiga Desa Ketungau Hilir Geruduk Kantor Bupati Sintang, Tuntut Plasma 30 Persen di Dalam HGU dan Pengembalian Lahan
KWh Sudah Lunas Sejak Februari, Warga Binjai Pertanyakan Tanggung Jawab Pengawas Lapangan PT Roda Teknik
SP2HP Terbit, Dugaan Mafia BBM Singkawang Disorot Kapolda Kalbar Diminta Bongkar Oknum
Warga Segok Sebaboi Cari Solusi Listrik, CU Banuri Siapkan Pinjaman Tanpa Agunan Rp10 Juta
PANEN PERDANA PLASMA DI LUAR HGU PT SNIP, PEMKAB SINTANG DAN MANAJEMEN PERUSAHAAN TAK HADIR
Kabar Gembira, Tiang Listrik Tiba di Dusun Segok Sebaboi, Warga Sambut dengan Antusias
Dugaan OTT BUMD Bengkayang Disorot: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Balik Pemeriksaan Auditor BPK?
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:34 WIB

TANGKI “SILUMAN” SEDOT PERTALITE DI SPBU KEMBAYAN? MANAJEMEN JANGAN CARI AMAN!SPBU 64.785.09 Kembayan Disorot, Pengawasan Dipertanyakan: Siapa yang Membiarkan Kendaraan Diduga Bertangki Modifikasi Mengisi BBM Subsidi?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Ratusan Warga Tiga Desa Ketungau Hilir Geruduk Kantor Bupati Sintang, Tuntut Plasma 30 Persen di Dalam HGU dan Pengembalian Lahan

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:49 WIB

KWh Sudah Lunas Sejak Februari, Warga Binjai Pertanyakan Tanggung Jawab Pengawas Lapangan PT Roda Teknik

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:49 WIB

SP2HP Terbit, Dugaan Mafia BBM Singkawang Disorot Kapolda Kalbar Diminta Bongkar Oknum

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Warga Segok Sebaboi Cari Solusi Listrik, CU Banuri Siapkan Pinjaman Tanpa Agunan Rp10 Juta

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page