KETAPANG, Sekalbarnews.com – PT Permata Sawit Mandiri (PSM) memberikan klarifikasi terkait informasi mengenai luasan areal perusahaan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah operasionalnya.
Humas PT Permata Sawit Mandiri, M.Syahroni, menyebut kebakaran yang terjadi di sejumlah titik areal perusahaan dipengaruhi sebaran api dari luar kawasan HGU.
Menurut Sahroni, sumber api tersebut ada yang belum diketahui dan terdapat pula kebakaran yang berasal dari aktivitas perladangan masyarakat sekitar.
Meski demikian, ia menegaskan PT PSM tetap melakukan upaya pemadaman dan pengendalian agar api tidak meluas.
“Kita tidak tinggal diam. Kita selalu berjibaku siang malam dan selalu berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil dalam menangani kebakaran hutan masyarakat,” ujar Syahroni.
Dalam upaya pengendalian api, PT PSM mengerahkan peralatan pemadam kebakaran perusahaan. Alat berat excavator juga digunakan untuk mengisolasi kawasan terdampak, membuat sekat api serta membuka akses menuju lokasi kebakaran.
Soal Klaim 500 Hektare, PSM Minta Sumber Data Jelas
M. Syahroni juga menanggapi informasi yang menyebut luasan areal terdampak karhutla mencapai sekitar 500 hektare.
Ia mengatakan angka tersebut tidak pernah dikonfirmasi oleh pihak PT PSM.
“Untuk luas yang disampaikan media tersebut, kita tidak tahu sumbernya dari mana karena tidak pernah mengonfirmasi ke pihak kami terkait luasan 500 hektare,” tegas Syahroni.
Klarifikasi tersebut disampaikan PT PSM agar informasi mengenai luasan areal terdampak tidak menimbulkan kesimpulan sepihak sebelum terdapat data yang dapat dipertanggungjawabkan.
PT PSM Libatkan Masyarakat dalam Pencegahan Karhutla
Selain penanganan di lapangan, PT PSM menyatakan telah menjalankan sejumlah program CSR untuk mendukung pencegahan dan penanganan karhutla.
Salah satunya melalui pemberdayaan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sebadak Raya.
PT PSM juga menyerahkan bantuan alat pemadam kebakaran kepada Desa Pangkalan Suka, Desa Sebadak Raya dan Kecamatan Nanga Tayap.
Adapun program CSR karhutla PT PSM tahun 2026 meliputi:
- Pembagian unit alat pemadam kebakaran beserta perlengkapannya untuk Kecamatan Nanga Tayap, Desa Pangkalan Suka dan Desa Sebadak Raya.
- Pembagian masker bagi perangkat desa, sekolah SD dan SMP Pangkalan Suka serta Pemerintah Daerah Ketapang.
- Pembuatan sumur bor untuk mendukung hydrant karhutla di Pangkalan Suka.
- Pembagian dan pemasangan spanduk sosialisasi karhutla di desa.
- Bantuan pemadaman serta pembuatan sekat bakar pada lahan masyarakat di Desa Pangkalan Suka dan Sebadak Raya.
M. Syahroni menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadapi kondisi kekeringan dan potensi peningkatan risiko karhutla.
PT PSM juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan, pemerintah desa dan masyarakat dalam melakukan pencegahan maupun penanganan kebakaran di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Upaya tersebut, menurut perusahaan, dilakukan untuk mencegah api meluas serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.
Pewarta : Putri









