SANGGAU MASUK KATEGORI PARAH, TAPI TAK DAPAT BANTUAN KARHUTLA PUSAT — WABUP KECEWA

Rabu, 16 September 2026 - 19:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SANGGAU, sekalbarnews.com — Pemerintah Kabupaten Sanggau mempertanyakan tidak masuknya daerah tersebut dalam daftar penerima bantuan pemerintah pusat untuk penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2026.

Padahal, dalam dokumen paparan Ditjen Bina Keuda Kemendagri per 14 September 2026, Kabupaten Sanggau tercantum dalam wilayah Kalimantan Barat dengan status “Parah”. Namun, nama Sanggau tidak tercantum sebagai penerima alokasi bantuan pemerintah pusat dalam daftar tersebut.

Dokumen yang sama mencatat total bantuan pemerintah pusat untuk masyarakat di wilayah terdampak Karhutla Sumatera dan Kalimantan sebesar Rp760 miliar. Untuk wilayah Kalimantan, total transfer ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) tercatat Rp475 miliar.

Sejumlah daerah di Kalimantan Barat mendapatkan alokasi bantuan, di antaranya Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Sambas, Bengkayang, Sintang, Melawi serta sejumlah kota/kabupaten lainnya.

Ironisnya, Kabupaten Sanggau yang dalam dokumen tersebut masuk kategori terdampak “Parah” justru tidak tercantum sebagai penerima.

Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten Sanggau kecewa.

Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan dukungan berbagai pihak karena kemampuan anggaran daerah memiliki keterbatasan.

“Kalau kecewa, ada rasa kecewa, karena di tengah efisiensi kita kesulitan.”

Susana berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih kepada Kabupaten Sanggau.

“Harapan kami kepada Pak Gubernur, Pak Presiden tentunya kementerian dan BNPB juga, mohon untuk hal ini agar Kabupaten Sanggau bisa dijadikan prioritas untuk bisa mendapatkan bantuan Karhutla.”

SANGGAU MINTA PENJELASAN

Pemkab Sanggau melalui BPBD juga diminta mempertanyakan mekanisme penentuan daerah penerima bantuan tersebut.

Bagi Pemkab Sanggau, persoalan ini bukan sekadar mengenai besaran anggaran, tetapi menyangkut kebutuhan penanganan bencana di daerah yang terdampak.

Jika suatu daerah tercatat dalam dokumen pemerintah dengan status “Parah”, namun tidak memperoleh alokasi bantuan seperti daerah lainnya, publik tentu berhak mengetahui apa dasar dan indikator penetapan penerima bantuan tersebut.

Terlebih, penanganan Karhutla membutuhkan biaya untuk operasional pemadaman, mobilisasi personel, peralatan, logistik serta kebutuhan masyarakat terdampak.

PESAN UNTUK PEMERINTAH PUSAT

Presiden, BNPB, Kemendagri dan kementerian terkait diharapkan memberikan penjelasan sekaligus mengevaluasi kondisi tersebut.

Kabupaten Sanggau tidak meminta perlakuan khusus. Pemkab hanya meminta agar kondisi nyata di lapangan menjadi pertimbangan dalam pemberian dukungan penanganan Karhutla.

Kini masyarakat menunggu jawaban pemerintah pusat:

Mengapa Sanggau berstatus “Parah”, tetapi tidak tercantum sebagai penerima bantuan Karhutla?

Dan apakah pemerintah pusat akan memberikan dukungan tambahan bagi Kabupaten Sanggau?

Editor : Putri

Berita Terkait

TANGKI “SILUMAN” SEDOT PERTALITE DI SPBU KEMBAYAN? MANAJEMEN JANGAN CARI AMAN!SPBU 64.785.09 Kembayan Disorot, Pengawasan Dipertanyakan: Siapa yang Membiarkan Kendaraan Diduga Bertangki Modifikasi Mengisi BBM Subsidi?
Ratusan Warga Tiga Desa Ketungau Hilir Geruduk Kantor Bupati Sintang, Tuntut Plasma 30 Persen di Dalam HGU dan Pengembalian Lahan
KWh Sudah Lunas Sejak Februari, Warga Binjai Pertanyakan Tanggung Jawab Pengawas Lapangan PT Roda Teknik
SP2HP Terbit, Dugaan Mafia BBM Singkawang Disorot Kapolda Kalbar Diminta Bongkar Oknum
Warga Segok Sebaboi Cari Solusi Listrik, CU Banuri Siapkan Pinjaman Tanpa Agunan Rp10 Juta
PANEN PERDANA PLASMA DI LUAR HGU PT SNIP, PEMKAB SINTANG DAN MANAJEMEN PERUSAHAAN TAK HADIR
Kabar Gembira, Tiang Listrik Tiba di Dusun Segok Sebaboi, Warga Sambut dengan Antusias
Dugaan OTT BUMD Bengkayang Disorot: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Balik Pemeriksaan Auditor BPK?
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:34 WIB

TANGKI “SILUMAN” SEDOT PERTALITE DI SPBU KEMBAYAN? MANAJEMEN JANGAN CARI AMAN!SPBU 64.785.09 Kembayan Disorot, Pengawasan Dipertanyakan: Siapa yang Membiarkan Kendaraan Diduga Bertangki Modifikasi Mengisi BBM Subsidi?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Ratusan Warga Tiga Desa Ketungau Hilir Geruduk Kantor Bupati Sintang, Tuntut Plasma 30 Persen di Dalam HGU dan Pengembalian Lahan

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:49 WIB

KWh Sudah Lunas Sejak Februari, Warga Binjai Pertanyakan Tanggung Jawab Pengawas Lapangan PT Roda Teknik

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:49 WIB

SP2HP Terbit, Dugaan Mafia BBM Singkawang Disorot Kapolda Kalbar Diminta Bongkar Oknum

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Warga Segok Sebaboi Cari Solusi Listrik, CU Banuri Siapkan Pinjaman Tanpa Agunan Rp10 Juta

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page