30 Brimob Mabes Polri Turun ke Sanggau, 26 Personel Disiagakan di Tayan Hilir dan Sekayam Hadapi Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SANGGAU, sekalbarnews.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sanggau mendapat perhatian serius. Sebanyak 30 personel Korps Brimob Polri dari Mabes Polri kini diperbantukan ke wilayah hukum Polres Sanggau untuk memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla.

Puluhan personel tersebut tiba di Mapolres Sanggau, Rabu (26/8/2026), sekitar pukul 15.30 WIB dan langsung mengikuti apel penerimaan yang dipimpin Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H.

Kehadiran tambahan kekuatan ini menjadi sinyal bahwa penanganan karhutla di Sanggau tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Personel Brimob disiapkan untuk memperkuat patroli, pemantauan wilayah rawan, pencegahan hingga respons cepat ketika terjadi kebakaran.

26 PERSONEL LANGSUNG DIKERAHKAN KE WILAYAH RAWAN

Dari total 30 personel, 16 personel ditempatkan di Kecamatan Tayan Hilir dan 10 personel di Kecamatan Sekayam. Sedangkan empat personel lainnya mendukung operasional di wilayah hukum Polres Sanggau.

Personel yang ditugaskan ke Tayan Hilir dan Sekayam langsung dijemput masing-masing Kapolsek untuk berkoordinasi dengan jajaran di wilayah.

Pembagian kekuatan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan operasional dan penguatan di wilayah yang membutuhkan dukungan dalam menghadapi potensi karhutla.

Kapolres Sanggau meminta seluruh personel segera memahami kondisi wilayah dan memperkuat koordinasi dengan jajaran di lapangan.

“Selamat datang kepada 30 personel Brimob dari Korps Brimob Mabes Polri. Segera menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di Kabupaten Sanggau. Saya berharap pelaksanaan tugas ini dapat berjalan dengan baik melalui kerja sama dan koordinasi yang kuat antara personel Brimob dengan jajaran Polres Sanggau,” ujar Kadek Ary Mahardika.

BUKAN HANYA MEMADAMKAN API

Kapolres menegaskan, tugas personel Brimob bukan hanya turun ketika api sudah membesar.

Mereka juga akan dilibatkan dalam patroli, pemantauan titik rawan, pencegahan, deteksi dini dan respons cepat terhadap laporan masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah api semakin meluas dan menimbulkan dampak lebih besar terhadap masyarakat serta lingkungan.

“Dalam pelaksanaan tugas, saya sangat mengharapkan kerja sama yang baik, komunikasi yang intensif dan koordinasi yang solid. Jaga nama baik institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia, utamakan keselamatan, serta laksanakan tugas secara profesional dan humanis,” tegasnya.

14 HARI DI SANGGAU, BISA DIPERPANJANG

Puluhan personel Brimob tersebut direncanakan menjalankan tugas selama kurang lebih 14 hari. Namun, masa penugasan dapat diperpanjang apabila perkembangan situasi dan kebutuhan operasional mengharuskannya.

Kapolres memastikan langkah antisipasi akan terus diperkuat agar setiap potensi karhutla dapat ditangani sedini mungkin.

“Penugasan ini diperkirakan berlangsung selama 14 hari dan dapat diperpanjang apabila situasi membutuhkan. Prinsipnya, kami akan terus melakukan langkah antisipasi dan penanganan secara maksimal agar karhutla di wilayah hukum Polres Sanggau dapat dicegah dan ditanggulangi dengan cepat,” pungkasnya.

Kehadiran 30 personel Brimob Mabes Polri menjadi tambahan kekuatan bagi jajaran Polres Sanggau di tengah ancaman karhutla.

Kini, Tayan Hilir dan Sekayam menjadi dua wilayah yang mendapat penguatan personel secara langsung, sementara koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani secepat mungkin.

(Dny Ard / Humas Res Sgu)

Berita Terkait

Ratusan Warga Tiga Desa Ketungau Hilir Geruduk Kantor Bupati Sintang, Tuntut Plasma 30 Persen di Dalam HGU dan Pengembalian Lahan
PANEN PERDANA PLASMA DI LUAR HGU PT SNIP, PEMKAB SINTANG DAN MANAJEMEN PERUSAHAAN TAK HADIR
Proyek Strategis atau Kebal Aturan? Legalitas PT KAN dan PT WAI Kini Disorot
KAPTEN DISEBUT LEBIH DULU NAIK SEKOCI? Kesaksian Korban KM Virgo Transport 8 Bikin Publik Bertanya
Ketua MABM Sekayam Abang Suryadi Soroti Keadilan Pemerintah dalam Menjaga Kerukunan
Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli dan The Prabowonomics Institute Dukung Elisabeth br. Sihombing Dalam Pemilihan Duta Pelajar Anti Narkoba Provinsi Sumatera Utara
PEDULI KABUT ASAP, KETUA SFI KALBAR BAGIKAN 1.000 MASKER GRATIS DI LAMPU MERAH A. YANI SANGGAU
ASAP KARHUTLA MENCEKIK SANGGAU, FARADJE’ XVIII DIPAKSA MENUNDUK
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Ratusan Warga Tiga Desa Ketungau Hilir Geruduk Kantor Bupati Sintang, Tuntut Plasma 30 Persen di Dalam HGU dan Pengembalian Lahan

Selasa, 29 September 2026 - 08:18 WIB

Proyek Strategis atau Kebal Aturan? Legalitas PT KAN dan PT WAI Kini Disorot

Kamis, 24 September 2026 - 09:47 WIB

KAPTEN DISEBUT LEBIH DULU NAIK SEKOCI? Kesaksian Korban KM Virgo Transport 8 Bikin Publik Bertanya

Rabu, 23 September 2026 - 20:03 WIB

Ketua MABM Sekayam Abang Suryadi Soroti Keadilan Pemerintah dalam Menjaga Kerukunan

Kamis, 10 September 2026 - 16:45 WIB

Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli dan The Prabowonomics Institute Dukung Elisabeth br. Sihombing Dalam Pemilihan Duta Pelajar Anti Narkoba Provinsi Sumatera Utara

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page