SANGGAU, sekalbarnews.com — Bukan sekadar ngopi dan ngobrol santai. Pertemuan antara Kodim 1204/Sanggau bersama insan media dari Sanggau dan Sekadau menjadi ruang komunikasi untuk membahas sejumlah persoalan penting yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Didampingi Pasi Intel Kodim 1204/Sanggau, kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Namun di balik suasana tersebut, sejumlah isu strategis menjadi bahan pembicaraan, mulai dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga manfaat pembangunan jembatan yang dikerjakan TNI.

Karhutla Jangan Sampai Jadi Bencana Tahunan
Karhutla menjadi salah satu perhatian utama. Kondisi kemarau membuat potensi kebakaran lahan kembali meningkat sehingga membutuhkan kewaspadaan seluruh pihak.
Pencegahan dinilai jauh lebih penting daripada menunggu api membesar. Edukasi kepada masyarakat, deteksi dini serta respons cepat ketika muncul titik api menjadi bagian penting dalam memutus meluasnya kebakaran.
Di sinilah peran media menjadi penting. Informasi dari lapangan yang disampaikan secara cepat dan berimbang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus mendorong semua pihak untuk tidak lengah menghadapi ancaman karhutla.
Jembatan TNI: Bukan Sekadar Infrastruktur
Selain karhutla, pembahasan juga menyoroti pembangunan jembatan oleh TNI yang manfaatnya dirasakan masyarakat.
Jembatan bukan hanya konstruksi yang menghubungkan satu sisi dengan sisi lainnya. Bagi masyarakat, keberadaan akses tersebut dapat berarti lebih mudah pergi bekerja, membawa hasil pertanian, mengakses fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga memperlancar aktivitas ekonomi.
Karena itu, pembangunan infrastruktur di wilayah yang membutuhkan akses menjadi salah satu bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Media dan TNI Perkuat Sinergi
Dandim 1204/Sanggau, Letkol Inf Nurachaman Ginha Drahidzya, S.I.P., melalui momentum tersebut menunjukkan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dengan insan media.
Sinergitas TNI dan media diharapkan tidak hanya sebatas hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi kekuatan bersama dalam menyampaikan informasi yang cepat, akurat dan bermanfaat bagi masyarakat.
Terlebih di tengah maraknya informasi di media sosial, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pertemuan tersebut akhirnya ditutup dengan suasana penuh keakraban. Namun pesan yang dibawa cukup jelas: karhutla harus dicegah bersama, pembangunan harus memberi manfaat nyata, dan komunikasi antara TNI, media serta masyarakat harus terus diperkuat.
Ngopi boleh santai, tetapi kepentingan masyarakat tetap menjadi perhatian utama.
Pewarta : Putri









