SANGGAU, sekalbarnews.com — Video yang memperlihatkan sejumlah orang yang diduga merupakan ASN/PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sanggau mengenakan pakaian dinas sambil menikmati suasana hiburan dan berjoget di sebuah tempat yang disebut sebagai Kafe Villa Among kini menjadi sorotan tajam masyarakat.
Video tersebut beredar di media sosial dan memunculkan pertanyaan serius mengenai etika, disiplin, serta kepantasan aparatur pemerintah menggunakan atribut kedinasan dalam kegiatan semacam itu.
Dalam rekaman, terlihat beberapa orang mengenakan pakaian dinas berwarna khaki. Seorang pria tampak berjoget di tengah area, sementara sejumlah orang berseragam duduk dan menyaksikan suasana tersebut.
Jika benar mereka adalah ASN Pemkab Sanggau, pertanyaannya sederhana: sedang menjalankan tugas kedinasan atau sedang berpesta?
RAKYAT SEDANG SUSAH, KENAPA ASN JUSTRU TAMPIL BERSENANG-SENANG?
Sorotan terhadap video ini tidak muncul tanpa alasan.

Masyarakat Sanggau masih menghadapi berbagai persoalan ekonomi dan lingkungan. Kondisi kabut asap juga menjadi perhatian masyarakat karena berdampak terhadap aktivitas sehari-hari.
Di tengah situasi tersebut, muncul video yang memperlihatkan orang-orang yang diduga ASN menggunakan pakaian dinas dalam suasana hiburan.
Kontras inilah yang kemudian memantik kemarahan publik.
Masyarakat mempertanyakan sensitivitas aparatur pemerintah terhadap kondisi rakyat yang mereka layani.
ASN memang memiliki hak untuk menikmati waktu pribadi. Namun ketika atribut kedinasan ikut dikenakan dan aktivitas tersebut kemudian terekam serta menjadi konsumsi publik, persoalannya tidak lagi sekadar urusan pribadi.
Ini menyangkut citra aparatur dan institusi pemerintah.
PEMKAB SANGGAU JANGAN CUMA MENUNGGU VIDEO INI REDUP
Publik kini menunggu sikap tegas Pemerintah Kabupaten Sanggau.
Jangan sampai ketika masyarakat mempertanyakan perilaku aparatur, pemerintah justru memilih diam sampai isu tersebut hilang dengan sendirinya.
Pemkab Sanggau harus berani memeriksa.
Bukan untuk menghakimi orang dalam video, tetapi untuk memastikan fakta sebenarnya.
- Siapa mereka?
- Apakah benar ASN Pemkab Sanggau?
- Kegiatan apa yang mereka lakukan?
- Apakah kegiatan tersebut resmi?
- Kapan berlangsung?
- Apakah saat jam kerja?
- Mengapa menggunakan pakaian dinas?
Dan yang paling penting:
APAKAH ADA PELANGGARAN DISIPLIN ATAU KODE ETIK ASN?
JIKA BENAR ASN, JANGAN ADA KESAN TEBANG PILIH
Pemerintah Kabupaten Sanggau sebelumnya memiliki mekanisme pembinaan disiplin ASN.
Karena itu, masyarakat berharap mekanisme tersebut tidak hanya berlaku bagi ASN biasa yang melakukan pelanggaran kecil, tetapi juga berlaku sama rata tanpa melihat jabatan maupun posisi seseorang.
Kalau memang tidak ada pelanggaran, jelaskan secara terbuka.
Kalau ada pelanggaran, tindak sesuai aturan.
Jangan sampai muncul persepsi bahwa persoalan menjadi berbeda ketika yang terlibat adalah pejabat atau orang-orang yang memiliki kedekatan dengan lingkungan kekuasaan.
Aturan disiplin ASN harus berlaku untuk semua.
VIDEO SUDAH VIRAL, SEKARANG PUBLIK MENUNGGU TINDAKAN
Masyarakat tidak meminta Pemkab Sanggau menghukum seseorang hanya karena video viral.
Tetapi masyarakat berhak meminta klarifikasi dan pemeriksaan resmi ketika terdapat dugaan perilaku aparatur yang berpotensi mencoreng citra pemerintah.
Jangan sampai pemerintah hanya aktif ketika masyarakat melakukan pelanggaran, tetapi lamban ketika sorotan justru mengarah kepada aparatur pemerintahan.
Kalau benar ASN, periksa. Kalau tidak benar, luruskan. Kalau melanggar, tindak.
Itulah bentuk pemerintahan yang transparan.
BUPATI DAN INSPEKTORAT DITANTANG BUKA SUARA
Kini pertanyaan publik mengarah kepada Bupati Sanggau, BKPSDM dan Inspektorat Kabupaten Sanggau.
Apakah akan dilakukan pemeriksaan terhadap video tersebut?
Jika memang orang-orang dalam video merupakan ASN Pemkab Sanggau, masyarakat ingin mengetahui bagaimana pemerintah menyikapinya.
Sebab persoalan ini bukan sekadar soal orang berjoget di kafe.
Ini menyangkut seragam kedinasan, etika aparatur, disiplin ASN, citra pemerintah dan kepercayaan masyarakat.
Jangan biarkan publik hanya disuguhi video viral tanpa ada jawaban dari pemerintah.
Rakyat sudah melihat videonya.
Sekarang publik menunggu keberanian Pemkab Sanggau untuk memberikan penjelasan.
SEKALBARNEWS.COM — AKTUAL • TERPERCAYA • UNTUK KALBAR
TimRed









